INFO KOSIM
Tampilkan postingan dengan label fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fotografi. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Desember 2014

Apa Itu POI?

Masih tentang fotografi, ada banyak hal yang perlu kita ketahui. Malam ini saya akan mencoba sharing tentang POI. Apa itu POI? POI (Point of Interest) adalah bagaimana kita bisa menyampaikan tema atau pemikiran kita tentang objek foto kita. Menonjolkan satu objek untuk mendapatkan perhatian dari pemirsa sehingga dengan sekali melihat maka pemirsa tahu apa dan siapa yang hendak kita sampaikan. Disini POI ternyata mempunyai kedudukan yang penting jika hendak menyampaikan misi suatu foto.

Menonjolkan Point of Interest
POI bisa didapatkan dengan cara memusatkan objek yang kita foto lebih menonjol. Setelah sering-sering membaca di forum dan sering-sering belajar dengan cara memperhatikan foto-foto yang masuk kategori "matang" maka
ada beberapa cara menonjolkan POI kita, diantaranya yaitu:

1. Memperhatikan komposisi dan porsi objek dalam foto.
Bagaimana cara kita menempatkan suatu objek itulah yang menentukan bagaimana kita nanti menyajikan apa yang ingin kita sampaikan dalam suatu foto.
Proporsi objek yang menjadi POI sebaiknya cukup dominan dalam frame foto sehingga tidak 'tenggelam" di tengah-tengah objek lainnya.
Objek yang menjadi POI memiliki 2 kemungkinan penempatan :
  • Ditengah frame : Objek yang berada ditengah frame selalu menjadi perhatian, akan tetapi penempatan ini akan menimbulkan kesan statis.
  • Pada titik perpotongan 1/3 bagian berdasarkan prinsip

2. Melakukan Cropping
Lakukan cropping untuk membuang latar yang tidak diperlukan atau bahkan akan menyaingi POI kita.

3. Melakukan Bluring
Untuk kamera DSLR tentu ada setingan manual yang bisa untuk membuat bokeh alias blur BG, dalam bahasa kerennya disebut DOF (pengaturan ketajaman dalam foto). Tetapi untuk kamera saku yang versi sederhana, bluring bisa dilakukan dengan bantuan software pengolah foto. Dalam hal ini adobe photoshop adala sahabatku ketika aku butuh tampil lebih oke.

4. Framing
Framing adalah penataan elemen-elemen dalam foto sedemikian hingga menuntun perhatian pemirsa pada objek yang menjadi POI. "Frame" ini dapat berupa cabang pepohonan, bingkai jendela, konstruksi jembatan, dsb.

5. Kontras Warna
Kontras Warna antara objek yang menjadi POI dengan elemen lain di dalam foto sudah pasti akan menarik perhatian pemirsa. Permainan kontras juga dapat memberikan "nada" atau "nuansa" dalam sebuah foto.
Pada foto-foto human interest, kontras antara POI dengan elemen lain dapat dilakukan dengan memperhatikan background maupun dengan member pembatas. Misalnya memakai kerudung berwarna cerah pada background gelap untuk menghindari kesamaan warna rambut.

6. Gradasi
Teknik Gradasi dapat dilakukan dengan menambahkan layer baru dengan gradasi warna di sepan foto asli. Atur sedemikian rupa transparansi (opaque) layer baru ini agar tidak terlalu mencolok.

7. DOF (Depth of Field)
Pengaturan DOF biasanya dicapai dengan mengubah aperture. Ini akan membatasi ruang tajam di dalam foto. Objek utama yang tampil tajam di tengah-tengah elemen lain blur tentu akan menarik perhatian pemirsa.

sumber : rangkuman materi dari forum fotografi.net

Tips Fotografi Untuk Pemula

Ketika kamu ingin belajar fotografi, mungkin kamu akan memikirkan kamera seperti apa yang akan digunakan. Apakah harus kamera DSLR untuk pemula atau kamera untuk profesional.

Namun, saat kamu belajar fotografi sangat disarankan untuk membeli kamera DSLR biasa karena perkembangan teknologi yang serba cepat membuat spesifikasi kamera makin berkembang. Sebelumnya saya akan memberitahukan apa itu DSLR. Digital Single Lens reflex atau kamera digital refleksi tunggal merupakan kamera yang memakai sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk menuju focal panel dan viewfinder. Sistem ini membuat kamu melihat objek sama persis dengan hasil fotomu.

Untuk kamu yang memiliki kocek lebih mungkin akan memilih kamera canggih karena kualitas yang lebih unggul. Namun, jika ditelisik lebih dalam, kamera DSLR pemula dengan kamera canggih tak memiliki perbedaan yang jauh. Seperti contoh, kualitas gambar dari kamera DSLR Canon 550D, 600D, 60D, sebenarnya tak jauh berbeda. Yang membedakannya hanya teknik fotografi dan kualitas lensa yang kamu gunakan. Di bawah ini terdapat tips untuk kamu yang ingin belajar fotografi dengan kamera DSLR.

1. Saat membeli kamera, jangan pernah takut mengutak-atik kameramu. Dengan membaca buku manual, kamu tak perlu khawatir jika kamera akan rusak. Memang, saking penasarannya dengan barang baru kadang kamu malas membaca manual book, padahal buku tersebut sangat bermanfaat untuk kamu yang ingin lebih tahu seluk-beluk kameramu.

2. Menggunakan kamera DSLR memungkinkan untuk kamu lebih berkreasi ketimbang memakai kamera point and shoot. Selalu gunakan mode manual meskipun terdapat mode auto yang lebih memudahkan kamu dalam menjepret. Tetapi, memakai mode auto akan membuat kamu stuck alias tak berkembang.

3. Belajar fotografi berarti kamu harus memahami 3 elemen dalam kamera DSR, yaitu Iso, Aperture, dan Shutter Speed. Apa, sih itu? ISO menentukan kepekaan cahaya pada kamera. Semakin besar ISO, maka akan semakin peka sensor dalam menerima cahaya sehingga foto yang didapat akan semakin terang. Aperture merupakan bukaan lensa yang mengatur besar atau kecilnya diafragma sehingga mempengaruhi jumlah cahaya yang masuk. Semakin kecil aperture makan akan semakin besar lubang diafragma. Sedangkan shutter speed atau kecepatan rana adalah rentan waktu saat tombol shutter Anda terbuka. Atau waktu yang tersedia antara saat kamu memencet tombol hingga tombol kembali ke posisi semula.

4. Gunakan lensa kit atau lensa bawaan saat kamu membeli kamera. Saat akan belajar fotografi, jangan memikirkan lensa lain untuk kebutuhanmu karena lensa bawaan biasanya sangat layak untuk memulai belajar. Jika kebutuhanmu meningkat, barulah untuk berpikir membeli lensa tertentu.

5. Belajar fotografis ecara otodidak memang tak ada yang salah. Namun, sangat disarankan kamu memiliki mentor atau pendamping yang bisa membuat kamu lebih andal dalam fotografi. Dengan adanya mentor ilmumu bisa bertambah karena kamu bisa bertanya langsung kepada orang yang lebih ahli.

6. Dan yang terakhir adalah selalu memotret apa pun yang menjadi objek menarik menurutmu. Selalu bawa kamera agar kamu tak kehilangan moment penting. Dengan banyak berlatih tentu kamu akan lebih memahami karakter kamera DSLRmu.

sumber : idseducation.com dan para sesepuh