INFO KOSIM
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2016

"DURJANA" sisi lain kehidupan pesisir

Salam Kalbu

Karakteristik drama realis adalah sesuatu yang tidak diperindah/diperburuk dari keadaan sebenarnya; menyampaikan kepermukaan tanpa harus menutupi kebenaran yang terjadi disekitarnya; menolak seni untuk seni karena visualisasi digunakan untuk kepentingan masyarakat. Selain itu drama realis juga menggunakan bentuk well made play yang ciri-cirinya adalah eksposisi secara jelas menggambarkan situasi dan watak tokoh; pengolahan situasi sangat cermat menuju peristiwa berikutnya; suspens muncul tak terduga dan berbalik menurut logika; plot berlangsung kontinyu dan memuncak; dan resolusi terjadi secara logis dan meyakinkan.
Sesuai dengan salah satu karakteristik drama realis, Naskah Durjana yang diterjemahkan sekaligus diadaptasi kedalam seni dan budaya masyarakat pantai Karawang oleh Abah Sarjang dari naskah Malam Jahanam Karya Motinggo Busye tidak memperindah maupun memperburuk sesuatu dari keadaan sebenarnya. Drama ini menceritakan perselingkuhan sebagaimana adanya pada masa naskah ini di tulis yaitu pada tahun 1950 an. Naskah ini menyampaikan perselingkuhan ini kepermukaan tanpa menutupi kebenaran yang terjadi disekitarnya. Penulis dengan jujur mengungkapkan bagaimana tanggapan masyarakat saat itu dan reaksi orang-orang yang berhubungan dengan perselingkuhan ini. Drama ini merupakan penggambaran keadaan nyata yang dapat diambil contoh bagi masyarakat. Penyebab dan dampak dari perselingkuhan Ijah dan Leman, kematian Mat Kontan Kecil yang tragis dan keegoisan Mat Kontan dapat dipelajari oleh masyarakat dan dipetik hikmat dan amanatnya. Dengan demikian drama Durjana dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Ini akan menjadi sebuah daya tarik magnetik ketika naskah diterjemahkan dalam bahasa sunda Karawangan yang kental dengan logat dan bahasa wewengkon Karawang yang majemuk tidak seperti bahasa sunda priangan yang terkesan priyayi, karena bahasa sunda Karawang khususnya didaerah pantai atau hilir yang sudah terjadi akulturasi bahasa dari berbagai bahasa menjadi satu padu dalam keseharian seperti bahasa sunda, jawa, arab, china dan belanda menjadi kesatuan gaya bahasa Karawang atau logat Karawang yang garihal, kasar, keras serta lantang dalam intonasi penekanan dialog-dialogna mencerminkan keteguhan prinsip seperti batu karang, kebesaran hati seluas samudra, serta keberanian dalam menghalau ombak, angin bahkan badai saat mereka pergi melaut untuk menghidupi keluarganya. Masyarakat Karawang pada jaman dulu sangat ramah tamah dan terbuka bagi siapapun pendatang khususnya yang singgah ke bumi Karawang melalui jalur laut dan bermukim dan menetap disepanjang pantai Karawang sehingga terjadi perbauran antara penduduk pribumi dan pendatang menjadi sebuah kesatuan kebudayaan khas Karawang di masyarakat pada masa lalu dan sampai saat ini masih terasa khasanah bahasa, seni dan budaya yang ada dimasyarakat pantai khususnya dan umumnya masyarakat Karawang.
Kekuatan seni dan budaya serta religiutas Karawang yang masih kental dan mampu bertahan sampai saat ini walaupun perkembangan dan hantaman budaya barat seakan memporak-porandakan kebudayaan Karawang. Kenyataan ini yang kami angkat dan suguhkan kepada masyarakat Karawang khususnya bagi pelajar dan umumnya masyarakat luas dalam sebuah pertunjukan teater modern. Berangkat dasar pemikiran di atas kami dari Komunitas Seniman Muda Karawang KOSIM yang bekerjasama dengan Teater Pelangi Karawang akan menggelar Pentas Teater Akhir Tahun drama sunda " Durjana ".

PROFIL TEATER MENTARI

PROFIL TEATER MENTARI


Teater Mentari berdiri tanggal 13 Juli 2003 oleh Ketua OSIS pada periode tersebut, yaitu Ikmal Mualana.TeaterMentaripadasaatiniberusia  13 tahun. Teater Mentari didirikan bertujuan untuk mewarnai kreativitas siswa-siswi, menjadi wadah bakat-bakat dalam bidang seni sehingga menjadi sebuah prestasi yang dapat membanggakan. Banyak kegiatan positif yang rutin dilakukan Teater Mentari untuk menghibur siswa-siswi SMA Negeri  4 Karawang Khususnya, dan masyarakat umumnya.
Ada banyak hal yang dipelajari dalam Teater ini, seperti olah vokal, akting, musik, tari tradisional, puisi, bodypainting, tari modern, musikalisasi puisi, dan lain-lain. Dengan jadwal latihan yang rutin setiap hari selasa dan kamis.
Teater Mentari tidak hanya exis disekolah saja. Melainkan exis diluar sekolah seperti aktif di KOSIM dan tak jarang ikut pentas diberbagai acara. Salah satunya pentas diacara Peringatan AIDS se-Dunia yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Karawang yang bertempat dilapangan Karang Pawitan. Selain itu, kegiatan diluar sekolah adalah menjadi bintang tamu dalam acara Pelantikan Ketua DPC GMNI Kabupaten Karawang, selanjutnya ikut terlibat dalam “Pementasan Puing-puing” pada acara Festival Teater Se-Jawa Barat yang bertempat di Universitas Singaperbangsa Karawang, juga pentas dalam pementasan Kolosal di Karang Pawitan, serta menjadi bintang tamu dalam acara Pesta Rakyat Simpedes yang bertempat di gedung Panatayuda Karawang.
Teater Mentari tidak hanya aktif didunia seni saja, melainkan Teater Mentari pun pernah bekerjasama dengan Mahasiswa Karawang (GMNI) dan KOSIM untuk bersosialisasi dengan anak jalanan yang bertempat di Gedung Olahraga Wanita Karawang. Tak pernah lelah dan jengah, Teater Mentari ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk anak yatim dengan cara mengisi acara pada acara Buka Bersama, dan juga penggalangan dana untuk Palestina dalam “Pray For Gaza”.
Ketuaketua yang pernahmenjabat, diantaranya:
1.       Linda
2.       Maryani
3.       Euis
4.       Abdul Yusup
5.       Riska EkaLuthfiani
6.       Mawar Diah Pratiwi
7.       Indah
8.       Kartika
9.       Bachtiar rifai
10.   Roy Zefanya Imannuel
11.   Novi Devita

12.   Mamik Mulyani

EKSTRAKULIKULER SENI MENJADI KEBUTUHAN SEKOLAH

EKSTRAKULIKULER SENI
MENJADI KEBUTUHAN SEKOLAH

Pentingkah sebuah Ekstrakulikuler Seni di sekolah tingkat Menengah atas dalam menghadapi Festival & Lomba Seni Siswa Nasional ( FLS2N ) 2016 yang diadakan tiap satu tahun sekali dan FLS2N ini berjenjang ke tingkat Propinsi hingga tingkat Nasional. Ada beberapa catatan mengenai persiapan peserta FLS2N, ketika surat edaran sampai ke sekolah dengan waktu yang tidak begitu leluasa sampai menuju pelaksanaan event. Maka pihak sekolah meneruskan ke guru-guru bidang study untuk melakukan bimbingan dan memilih siswa/siswi yang akan mewakili sekolahnya di bidang seni yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat.
Permasalahan mulai bermunculan ketika guru-guru bidang study kurang pemahaman terhadap bidang seni yang diperlombakan dan juga waktu KBM yang padat, sehingga hanya sampai pada tahap pemilihan siswa/siswi untuk mengikuti lomba saja. Sementara untuk pembimbingan terabaikan karena beberapa faktor tadi diatas. Alhasil siswa/siswi kelingkungan bagaimana untuk mewujudkan menjadi peserta lomba seni tertentu karena keterbatasan guru pembimbing dalam pemahaman dan keterbatan waktu sehingga sampai di FLS2N banyak peserta yang gagal paham dengan yang dimaksud dengan lomba seni yang telah ditentukan. Kalau melihat dari minat sekolah untuk mengirimkan siswanya sangat bagus, namun yang memahami dan telah sampai pada lomba seni yang telah dimaksudkan oleh penyelenggara mungkin baru mencapai sekitar 50 % saja.
Keberhasilan dalam pengembangan seni dan budaya terwujud dan terlihat dari beberapa guru muda yang energik. Namun yang paling mendominasi keberhasilan sekolah dalam FLS2N telah berdirinya Ekstrakulikuler Seni. Karena dalam Ekskul Seni ini setiap minggunya mereka para siswa/siswi yang mempunyai minat dan bakat seni bisa mereka ekspresikan dan terus diasah dengan ruang belajar yang lebih santai pula tidak seperti KBM. Aktivitas siswa/siswi dalam Eskul Seni ini ternyata mampu menyeimbangkan otak kiri dan otak kanannya dan sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap kesenian dan kebudayaan dimana mereka tinggal dan dibesarkan sehingga akan membentuk karakter yang positif siswa/siswi mampu berfrestasi baik secara akademik maupun nonakademik.
Kemampuan dan prestasi nonakademik ini memerlukan pengembangan kecerdasan secara komprehensif dan bermakna yang meliputi aspek : Olah Hati ( Cerdas Spiritual ), Olah Fikir ( Cerdas Intelektual ), Olah Rasa ( Cerdas Emosional dan Sosial ), Olah Raga ( Cerdas Kinestetis ). Stimulus dan daya rangsang terhadap seni dan budaya ini selain dari KBM seni budaya dan Bahasa dan sastra, siswa/siswi ini mendapat energi positif yang mengalir dari Eskul seni yang mereka ikuti. Untuk ke depannya sekolah seyogyanya untuk mensuport dan memfasilitasi pendirian Ekskul Seni. Akhir tulisan ini selamat kepada para juara dan selamat berjuang di tingkat Propinsi semoga saja ada pembinaan dan pembimbingan lebih khusus kepada siswa/siswa yang akan mewakili Karawang di tingkat Propinsi.
Salam
Abdul Yusup
Ketua Umum Komunitas Seniman Muda Karawang

Senin, 11 April 2016

AKSI BOMBER KARAWANG, MENUAI PRO KONTRA

AKSI BOMBER KARAWANG MENUAI PRO KONTRA
Jika sahabat KOSIM sering  melewati  jalur  gonggo, maka  akan terlihat karya seni rupa  pada  dinding terowongan tersebut  berupa  grafity  dan  mural, gambar-gambar tersebut merupakan  hasil kreasi kawan kita dari komunitas Grafity atau Mural Karawang, kawan-kawan kita ini terdiri dari beberapa komunitas yaitu K-Town Writers, TNT, B1P, RBLR dan sebagai kordinatornya dari Komunitas TNT. Rupanya masih banyak lagi komunitas grafity atau mural di Karawang ini yang butuh perhatian khusus baik dari pemerintah maupun masyarakat.
Peran pemerintah dan masyarakat ataupun pihak swasta yang peduli dengan seni agar kota Karawang tidak tercorat-coret asal-asalan tapi dengan kreatifitas kawan-kawan ini kota Karawang akan terlihat indah seperti kota besar, bagaimana memanfaatkan space dinding-dinding komersil atau jembatan fasilitas umum dan lainnya menjadi space art atau seni rupa yang indah juga memuat pesan layanan masyarakat yang lebih mendidik ketimbang menjadi space iklan perusahaan atau  coretan  tangan  jahil  yang  malah menjadikan  dinding terkesan  tidak  terurus. Seperti space gonggo yang mulai kawan-kawan grafity atau mural ini berekspresi dengan kreatifitasnya yang indah dan mengandung pesan-pesan layanan masyarakat, namun aktifitas mereka ini terlihat sederhana dan kurang maksimal dari segi permainan warna, dikarenakan  keterbatasan bahan seperti  cat  dan  pilox, meski mengundang pro dan  kontra aksi  sekumpulan  anak muda ini tetap  berjalan. amir  selaku  ketua  TNT mengaku  kegiatannya  ini  merupakan  bentuk kecintaan mereka  terhadap  kota  karawang, amir  berharap  kedepan aktifitasnya  ini mendapat dukungan  dari  pemerintah, karena  jika  tidak  diarahkan  dikhawatirkan akan menjadi  aksi pandalisme yang  malah akan memperburuk  pandangan kota.



Senin, 22 Desember 2014

Untuk Kawan-kawanku di Fotosintesa

Oleh : Yadi Supriadi LoveAina
SALAM KALBU

Keinginan dan kerja keras kawan-kawan sangat saya apresiasi adalah sebuah wujud riil untuk membangun kesenian khususnya teater di Karawang. Mari kita sepakati bahwa proses yang baik tentunya akan menghasilkan karya seni yang baik pula. Lalu waktu bergerak dan mempertemukan disbudpar yang terdesak oleh realisasi even yang harus diselesaikan sampai akhir tahun ini, kemudian bertemu dengan kawan-kawan selalu menggebu untuk bergerak dan pertemuan ini menjadi sebuah peluang untuk digarap walaupun dengan keterdesakan waktu. Namun saya juga sangat yakin dengan kemampuan kawan-kawan semua untuk menggarapan kegiatan ini.

Terbentuklah Festival Teater Sunda Karawang 2014 kalau dilihat dari nama kegiatan sangat mengakomodir seni dan budaya Karawang yang berbahasa sunda tidak seperti sunda priangan, sunda Karawang berakulturasi dengan bahasa betawi, bahasa jawa pantura dan sunda banten sehingga banyak bahasa sunda wewengkong Karawang. Lalu Karawang menjadi kota berkembang sehingga banyak pendatang yang tinggal di Karawang dan hal ini menjadi kekhawatiran bersama dalam hal pelestarian aset seni dan budaya Karawang yang dikhawatirkan tergerus pembangunan. Ini yang menjadi dasar ide festival teater sunda Karawang 2014.

Penyelenggara meramu dan mengkonsep kegiatan yang kurang dari satu bulan dalam persiapan dan akhirnya tergagas Dramatisasi puisi yang pernah juga diselenggarakan di Karawang. Karena dramatisasi puisi dianggap mudah dan bisa cepat proses penciptaannya. Dramatisasi puisi yang mengangkat 5 naskah berbahasa Indonesia. Untuk menyambungkan judul acara dengan realisasi event dalam dramatisasi puisi ada proses pendramaan dan untuk menyambungkan unsur sunda dengan pilihan puisi dengan mengadegan musik, artistik dan kostum yang harus nyunda. Saya pikir ini kreatif dalam sebuah siasat medan dalam situasi terbatas dan mungkin sulit berkondinasi dengan kawan-kawan aktivis teater dan seniman Karawang.

Mari kita saksikan bersama peristiwa teater akan tercipta pada tanggal 21 Desember 2014 di Kampung Budaya Karawang yang akan diikuti oleh para kreator pelajar se Karawang, akan berdatangan para apresiator baik pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum akan hadir pula aktivis teater seniman Karawang bahkan luar Karawang mungkin juga hadir. Para dewan juri pakar teater tentenya, pemerintah daerah dan penyelenggara akan menyaksikan festival teater sunda Karawang 2014. Semua yang hadir dalam ritual teater ini akan menyaksikan dan memahami tentang teater yang sedang berlangsung hingga dewan juri memutuskan juara. Hasil ini akan menjadi pemahaman dan tolak ukur bagi kawan-kawan peserta dan masyarakat umum bahwa festival teater itu harus harus seperti ini. Lalu para juara ini akan membawa karya mereka ke kabupaten sebelah atau bahkan mengikuti festival teater di jawa barat atau bahkan ditingkat nasional.

Untuk itu kepada penyelenggara saya titip efek festival ini dan harus bertanggungjawab tidak hanya Kalau sekedar menjalankan proyek pemerintah setelah itu menikmati kopi berdiskusi kesenian bermalam minggu disebuah cafe kaum kapitalis. Berkesenian sejatinya menjaga nilai-nilai luhur berkebudayaan ( moral, etika dan spiritual ) dengan kreatifitas sebagai media solusi bagi pelajar yang terjebak penjara kurikulum pendidikan, teater sebagai solusi dalam penyeimbang otak yang melulu dijejali sains. Dengan teater pelajar mampu berkreatif mempelajari budaya Karawang dan sekaligus berefresing yang edukatif dan berfrestasi dalam membangun karakter bangsa.

SELALU DI HATI

Selasa, 24 Juni 2014

CATATAN SUDUT


FESTIVAL TEATER PELAJAR (FTP) 1 DPD KNPI KABUPATEN KARAWANG

Oleh : Abah Sarjang

Festival teater pelajar baru saja selesai dilaksanakan, riuh-rendah para pendukung, tangis kekecewaan, airmata kebahagiaan, teriakan dan yel-yel kini telah berpulang kembali pada sepi.

Selamat untuk para pemenang, semoga kemenangan ini menjadi bahan bakar yang memompa mesin semangat untuk terus berkarya lebih baik lagi. Sedangkan bagi mereka yang belum berhasil, saya juga mengucapkan selamat. Kegagalan kawan-kawan bukan karena hasil karya yang jelek tetapi pesaing anda bukan pesaing kelas teri. Kalah melawan hiu lebih terhormat daripada melawan teri.

Perkembangan teater saat ini memang cukup menggembirakan, walau tentu saja, masih ada kekurangan-kekurangan yang perlu dikaji sebagai evaluasi, baik oleh panitia penyelanggara maupun oleh peserta. Kalau dilihat dari segi kuantitas peserta sangat menurun peserta kali ini hanya diikuti oleh 10 kelompok belajar tetapi secara kualitas menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan mungkin karena turun gunungnya “sutradara-sutradara senior” yang biasanya cukup menjadi pengamat, kritikus dan komentator, kali ini terjun langsung menjadi peserta. Ini menggembirakan. Dengan turunnya sutradara-sutradara jago berkelas nasional, membuktikan bahwa senior teater di karawang memiliki kepedulian yang serius kepada juniornya. Mereka tidak melulu mengkritisi dan mengkomentari, mereka terjun langsung menjadi peserta, berjibaku dan memeras segala daya. Sehingga setiap penampilan para peserta memiliki karakter-karakter kuat dan terarah.

Sebuah penyelanggaraan tentu tidak luput dari pro dan kontra. Untuk yang pro tidaklah menjadi masalah, sedangkan yang kontra tentu cukup memusingkan pihak panitia. Kotradiksi tidak harus dipandang negatif, justru dengan adanya kontradiksi kita menemukan kelemahan-kelemahan sebagai bahan kajian bagi penyelenggaraan selanjutnya.

Juri dalam hal ini, adalah orang-orang yang ditunjuk untuk menentukan siapa yang jadi juara, siapa yang harus tersisih. Tentu tidak luput dari protes ketidakpuasaan. Namun ketika kesepakatan telah bulat dan surat keputusan telah di tandatangani maka itulah hasil akhirnya. Dengan catatan juri tidak ditumpangi oleh unsur kepentingan dan unsur keberpihakkan siapapun. Tentunya ada beberapa aspek pertimbangan yang melatarbelakangi keputusan juri, selain pementasan secara keseluruhan bakat dan kesungguhan pemain juga merupakan satu bahan pertimbangan alainya yang mendukung penilaian.


Yang patut disayangkan untuk festival kali ini adalah pemilihan naskah yang kurang tepat, saya sependapat dengan Semi Ikra Anggara salah satu juri festival. Semestinya naskah yang dipilih, kalau mau realis seharusnya naskah-naskah yang ada hubungannya dengan karawang, isu-isu yang dekat dengan masyarakat atau permasalahan-permasalahan lainya yang ada di karawang. Tetapi kita juga memaklumi bahwa penulis naskah teater di karawang hanya sedikit. Panitia sangat kekurangan referensi naskah, ini catatan buat kita. Alangkah baiknya sebelum festival diadakan, kita mengadakan dulu lomba menulis naskah dengan demikian kita memiliki tabungan naskah. Selain itu dengan adanya lomba menulis naskah kita memancing para penulis muda di karawang untuk memperlihatkan karyanya. Siapa tau dengan adanya pancingan lomba, akan bermunculan bibit-bibit berbakat yang selama ini terpendam.

Senin, 05 Mei 2014

KENAL SUKA & PELAJARI JADILAH KARYA

Salam Kalbu,
Kenal suka dan pelajari jadilah karya begitu ungkapan Ucup Pupuhu Teater Pelangi Karawang, rupanya keinginan dan keseriusannya dalam menggali budaya tradisi lokal Karawang tidak hanya terbatas dalam menggarap naskah-naskah yang  sebelumnya aktif di dunia  musik  band yang kini  aktif di dunia teater adalah keturunan ketiga dari H. Suwanda yang berperan sebagai aktor dalam naskah hak peto itu. Hal ini yang mendorong dan memotivasi Ucup untuk mengunjungi sang maestro kendang H Suwanda. Dalam hatinya yakin ketika dia mampu menguasai alat musik perkusi jimbe dari negeri samba, asa piraku (masa sech) alat musik perkusi kendang yang maestronya ada di Karawang tidak bisa dipelajarinya mungpung masih ada bisi pareumeun obor (kehilangan jejak). Dalam pertemuan singkat dengan H. Suwanda ada beberapa wejangan Bah Haji yaitu : " seni itu indah, jadi semua sah sah saja dilakukan dalam seni, namun sikap keras seniman tradisi dalam pakem sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap seniman muda agar tidak keluar/melenceng dari papagon (nilai-nilai luhur berkebudayaan) yang sudah di buat seniman terdahulu, karena bukan hanya keterampilan dalam bermain seni musik namun seniman tradisi juga mewariskan wejangannya dalam bentuk filosofi bermain musik " jelas bah haji. Beliau sangat mendukung terhadap kreatifitas generasi muda saat ini hanya saja esensi dalam berkesenian juga harus seimbang dan terapkan dalam aktifitas berkesenian dan kesehariannya. Bah haji juga menyayangkan peran memerintah daerah yang sedikit kurang memperhatikan aset seni dan budaya di Karawang yang mendunia ini. Bahkan peran pemerintah terhadap generasi muda dalam memperkenalkan seni dan budaya Karawang sangat minim. Sehingga putus generasi dan anak muda sekarang tidak tahu dengan seni dan budayanya sendiri. Ketika dikunjungi anak muda seperti ini Bah Haji merasa reueus bari ngalimba (bahagia dan sedih) karena anak muda yang bau kencur ini punya kepedulian dengan segudang kreatifitasnya untuk memperkenalkan dan mempelajari kesenian dan budaya tradisi yang saat ini sudah ditinggalkan generasi muda yang di kemas dalam panggung pertunjukan teaternya bersama Teater Pelangi Karawang.
drama sunda yang di adabtasi dengan dialek Karawangan saja, melainkan terus mengasah kemampuannya baik dalam filosofis sunda Karawangan dia juga giat mendalami alat musik sunda yang di awali  sejak mengenal alat musik karinding, lalu alat musik melodis rebab pun dipelajarinya melalui pertemuannya dengan Elang Kumara aktivis seni tradisi yang berjiwa modern, kepandaian Elang Kumara meniup seruling dan memainkan kacapi, mampu mengajari Ucup dalam memainkan rebab dan sekaligus melahirkan beberapa karya musik seperti musikalisasi puisi sunda, musik kontemporer dan drama sunda Patung Jeung Hayam bersama Teater Pelangi Karawang walaupun terkadang aktivitas seni tradisi yang ditampilkan keluar dari pakem tradisi yang di pegang para kokolot seniman tradisi di Karawang, namun demi memperkenalkan seni tradisi di generasi saat ini khususnya para pelajar di Kabupaten Karawang menjadi dasar gerak perjuangannya Ucup dan teaternya. Seiring waktu bergulir terus berproses menggali seni tradisi sehingga pada waktunya di pertemukan dengan Komunitas Bambu Indah dan mereka pun berproses seni pertunjukan teater menggarap naskah drama sunda yang dikolaborasikan dengan musik topeng dan menghantarkan Bambu Indah ke panggung teater Sunda Kiwari di Rumentang Siang Bandung. Di Komunitas Bambu Indah ini kemudian bertemu dengan Tarso alias Kevin
Salam.
Karawang 03 Mei 2014Komunitas Seniman Muda Karawang
penulis : Yadi Pitung
narasumber: Hasil diskusi Ucup (TPK), Kevin (Bambu Indah), Elang Kumara (Riung Sadulur) bersama H.Suwanda (maestro Kendang)

Senin, 09 Desember 2013

Cara Membuat Film Dokumenter Sederhana

Cara Membuat Film Dokumenter Sederhana

Cara Membuat Film Dokumenter Sederhana. Film Dokumenter yang biasanya di buat untuk kenangan sekolah yang nantinya bisa menjadi momen yang tak terlupakan dengan kejadian-kejadian unik pada saat sekolah. Cara membuat film dokumenter yang sederhana harus berdasarakan fakta yang ada. Film dokumenter merupakan sebuah film yang mengandung fakta, kenyataan dan subjektivitas pembuatnya. Dengan kata lain apa yang kita rekam memang berdasarkan fakta dan kenyataan yang ada, akan tetapi dalam penyajiannya kita juga harus memasukkan pemikiran-pemikiran kita.
Dalam pembuatan film dokumenter ada langkah-langkah dan kiat bagaimana film dokumenter yang kita produksi akan disenangi oleh penonton dan tentunya tidak memakan biaya yang besar saat memproduksinya.. Langkah yang harus kita tempuh dalam membuat film dokumenter sebagai berikut:
1. menentukan ide. 
Ide dalam membuat film dokumenter tidaklah harus pergi jauh-jauh dan memusingkan karena ide ini bisa timbul dimana saja seperti di sekeliling kita, di pinggir jalan, dan kadang ide yang kita anggap biasa ini yang menjadi sebuah ide yang menarik dan bagus diproduksi. Jadi mulailah kita untuk bepfikir supaya peka terhadap kejadian yang terjadi. 
2. menuliskan film statement. 
Film statement yaitu penulisan ide yang sudah ke kertas, sebagai panduan kita dilapangan saat pengambilan Angel. Jadi pada langkah kedua ini kita harus menyelesaikan skenario film dan memperbanyak referensi sehingga film yang kita buat telah kita kuasai seluk-beluknya. 
3. membuat treatment atau outline. 
Outline disebut juga script dalam bahasa teknisnya. Script adalah cerita rekaan tentang film yang kita buat. script juga suatu gambar kerja keseluruhan kita dalam memproduksi film, jadi kerja kita akan lebih terarah.
Ada beberapa fungsi script : 
  • script adalah alat struktural dan organizing yang dapat dijadikan referensi dan guide bagi semua orang yang terlibat. Jadi, dengan script kamu dapat mengkomunikasikan ide film ke seluruh crew produksi. Oleh karena itu script harus jelas dan imajinatif.
  • script penting untuk kerja kameramen karena dengan membaca script kameramen akan menangkap mood peristiwa ataupun masalah teknis yang berhubungan dengan kerjanya kameramen. 
  • script juga menjadi dasar kerja bagian produksi, karena dengan membaca script dapat diketahui kebutuhan dan yang kita butuhkan untuk memproduksi film. 
  • script juga menjadi guide bagi editor karena dengan script kita bisa memperlihatkan struktur flim kita yang kita buat. Kelima, dengan script kita akan tahu siapa saja yang akan kita wawancarai dan kita butuhkan sebagai narasumber. 
4. mencatat shooting. 
Dalam langkah keempat ini ada dua yang harus kita catat yaitu shooting list dan shooting schedule. Shooting list yaitu catatan yang berisi perkiraan apa saja gambar yang dibutuhkan untuk flim yang kita buat. jadi saat merekam kita tidak akan membuang pita kaset dengan gambar yang tidak bermanfaat untuk film kita. Sedangkan shooting schedule adalah mencatat atau merencanakan terlebih dahulu jadwal shooting yang akan kita lakukan dalam pembuatan film. 
5. editing script. 
Langkah kelima ini sangat penting dalam pembuatan film. Biasa orang menyebutnya dengan pasca produksi dan ada juga yang bilang film ini terjadinya di meja editor. Dalam melakukan pengeditan kita harus menyiapkan tiga hal adalah menbuat transkip wawancara, membuat logging gambar, dan membuat editing script. Dalam membuat transkipsi wawancara kita harus menuliskan secara mendetail dan terperinci data wawancara kita dengan subjek dengan jelas. 
Membuat logging gambar ini maksudnya, membuat daftar gambar dari kaset hasil shooting dengan detail, mencatat team code-nya serta di kaset berapa gambar itu ada. Terakhir ini merupakan tugas filmmaker yang membutuhkan kesabaran karena membuat editing scrip ini kita harus mempreview kembali hasil rekaman kita tadi ditelevisi supaya dapat melihat hasil gambar yang kita ambil tadi dengan jelas. Dengan begitu kita akan mebuat sebuah gabungan dari Outline atau cerita rekaan menjadi sebuah kenyataan yang dapat menjadi petunjuk bagi editor. Semoga tahapan Cara Membuat Film Dokumenter Sederhana bisa membantu produksi film anda.

Cara Membuat Film

Cara Membuat Film

Cara Membuat Film. Sebelum Membuat Film langkah awal yang harus ditentukan adalah membuat cerita dan menentukan tujuan pembuatan film itu sendiri. Seperti sebagai hiburan, untuk mengangkat fenomena, sebagai pembelajaran dan pendidikan, untuk dokumenter, ataukah untuk menyampaikan pesan dan moral tertentu. Tujuan ini sangat penting agar nantinya pembuatan film lebih terfokus, sesuai dan terarah.

Langkah yang harus ditempuh untuk membuat sebuah film harus melewati beberapa langkah untuk tahapan proses pembuatan film agar bisa selesai. Berikut adalah tahapan yang harus ditempuh :
  1. Tahap Pra Produksi
  2. Tahap Produksi
  3. Tahap Pasca Produksi
TAHAP PRA PRODUKSI
Menganalisa Ide Cerita
Sebelum membuat cerita film, kita harus menentukan tujuan pembuatan film. Jika tujuan telah ditentukan maka semua detail cerita dan pembuatan film akan terlihat dan lebih mudah. Jika perlu diadakan observasi dan pengumpulan data.
Bisa dengan membaca buku, artikel atau bertanya langsung kepada sumbernya. Ide film dapat diperoleh dari berbagai macam sumber antara lain: 
  • Pengalaman pribadi penulis yang menghebohkan. 
  • Percakapan atau aktivitas sehari-hari yang menarik untuk di film kan. 
  • Cerita rakyat atau dongeng. 
  • Biografi seorang terkenal atau berjasa. 
  • Adaptasi dari cerita di komik, cerpen, atau novel. 
  • Dari kajian musik, dll
Menyiapkan Naskah Skenario
Jika penulis naskah sulit mengarang suatu cerita, maka dapat mengambil cerita dari cerpen, novel atau pun film yang sudah ada dengan diberi adaptasi yang lain. Setelah naskah disusun maka perlu diadakan Break down naskah. Break down naskah dilakukan untuk mempelajari rincian cerita yang akan dibuat film. 
Merekrut Pekerja FIlm
  • Menyeleksi kru dari tiap departemen. 
  • Menentukan kru dari hasil show reel ( report produksi). 
  • Menetapkan komposisi kru berdasarkan anggaran. 
  • Menyusun tim produksi. 
1. Tim Non Artistik yang meliputi : 
  • Producer 
  • Executive Producer 
  • Line Producer 
  • Production Manager dan Unit Manager
2. Tim Artistik yang meliputi 
  • Sutradara, Asisten Sutradara dan Pencatat Skrip 
  • Penata Kamera, Asisten Kamera dan Still Photo 
  • Penata Artistik, Penata Rias dan Busana 
  • Penata Lampu 
  • Penata Suara da Penata Musik 
  • Penata Editing
Menyusun Jadwal dan Budgeting
Jadwal disusun secara rinci dan detail, kapan, siapa saja, biaya dan peralatan apa saja yang diperlukan, dimana serta batas waktunya. Termasuk jadwal pengambilan gambar juga, scene dan shot keberapa yang harus diambil kapan dan dimana serta artisnya siapa. Lokasi sangat menentukan jadwal pengambilan gambar. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyusun alokasi biaya: 
  • Penggandaan naskah skenario film untuk kru dan pemain. 
  • Penyediaan kaset video. 
  • Penyediaan CD blank sejumlah yang diinginkan. 
  • Penyediaan property, kostum, make-up. 
  • Honor untuk pemain, konsumsi. 
  • Akomodasi dan transportasi. 
  • Menyewa alat jika tidak tersedia.
Hunting Lokasi
Memilih dan mencari lokasi/setting pengambilan gambar sesuai naskah. Untuk pengambilan gambar di tempat umum biasanya memerlukan surat ijin tertentu. Akan sangat mengganggu jalannya shooting jika tiba-tiba diusir dipertengahan pengambilan gambar karena tidak memiliki ijin.
Dalam hunting lokasi perlu diperhatikan berbagai resiko seperti akomodasi, transportasi, keamanan saat shooting, tersedianya sumber listrik, dll. Setting yang telah ditentukan skenario harus betul-betul layak dan tidak menyulitkan pada saat produksi. Jika biaya produksi kecil, maka tidak perlu tempat yang jauh dan memakan banyak biaya.
Menyiapkan kostum dan Property
Memilih dan mencari pakaian yang akan dikenakan tokoh cerita beserta propertinya. Kostum dapat diperoleh dengan mendatangkan desainer khusus ataupun cukup membeli atau menyewa namun disesuaikan dengan cerita skenario. Kelengkapan produksi menjadi tanggung jawab tim property dan artistik.
Menyiapkan Peralatan
Untuk mendapatkan hasil film/video yang baik maka diperlukan peralatan yang lengkap dan berkualitas. Peralatan yang diperlukan antara lain : 
  • Clipboard. 
  • Proyektor. 
  • Lampu. 
  • Kabel Roll. 
  • TV Monitor. 
  • Kamera video S-VHS atau Handycam. 
  • Pita/Tape. 
  • Mikrophone clip-on wireless. 
  • Tripod Kamera. 
  • Tripod Lampu.
Casting Pemain
Memilih dan mencari pemain yang memerankan tokoh dalam cerita film. Dapat dipilih langsung atau pun dicasting terlebih dahulu. Casting dapat diumumkan secara luas atau cukup diberitahu lewat rekan-rekan saja. Pemilihan pemain selain diperhatikan dari segi kemampuannya juga dari segi budget/pembiayaan yang dimiliki.
TAHAP PRODUKSI
Tahap Produksi adalah proses yang paling menentukan keberhasilan penciptaan sebuah karya film. proses yang dalam kata lain bisa disebut dengan shooting (pengambilan gambar) ini dipimpin oleh seorang sutradara, orang yang paling bertanggung jawab dalam proses ini. orang yang ikut dalam proses ini antara lain kameraman atau DOP (Director Of Photography) yang mengatur cahaya, warna, dan merekam gambar. Artistik yang mengatur set, make up, wardrobe dan lain sebagainya. dan Soundman yang merekam suara. 
Tahapan ini dimana hampir seluruh team work mulai bekerja. Seorang sutradara, produser atau line produser sangat dituntut kehandalannya untuk mengatasi kru dalam tiap tahap ini. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan adalah :
Manajemen Lapangan
  • Manajemen lapangan mencakup beberapa hal, yaitu:
  • Manajemen lokasi ( perijinan, keamanan, keselamatan )
  • Talent koordinasi ( koordinasi kostum, make up dll )
  • Manajemen waktu ( koordinasi konsumsi, kecepatan kerja, penyediaan alat )
  • Crew koordinasi ( koordinasi para kru )
Attitude dalam bekerja merupakan hal yang sangat penting. Kesabaran, pengertian dan kerjasama merupakan attitude yang diperlukan untuk mencapai sukses. Berdoa sebelum bekerja dan briefing sebelum memulai merupakan hal yang baik untuk menyatukan semangat, visi dan attitude yang diinginkan. Jangan pernah kehilangan control emosi pada saat syuting. Apalagi semua bekerja dengan keterbatasan waktu.
Shooting
Tahap ini adalah tahap dimana kepiawaian sutradara, DOP, dan kru sangat menentukan. Kualitas gambar adalah selalu ingin kita capai. Oleh karena itu penguasaan kamera dan ligthing sangatlah penting. Untuk mencapai hasil maksimal dengan alat yang kita gunakan, ada beberapa hal yang harus kita ketahui.
1. Shooting Outdoor
Shooting outdoor biasa menekan budget, namun harus berhati-hati melakukannya karena sangat bergantung dari keadaan cuaca saat syuting dilakukan. Beberapa yang harus dipersiapkan saat syuting outdoor adalah : 
  • cahaya matahari ( hard, soft ) 
  • reflector ( silver, gold ) 
  • hujan buatan 
  • camera setting ( irish, speed, white balance, focus) 
  • crowd control ( working with ekstras )
2. Shooting Indoor 
Shooting indoor lebih cepat terkontrol daripada shooting outdoor, namun dibutuhkan peralatan yang cukup lengkap. Antara lain :
  • penggunaan lighting sederhana 
  • penggunaan filter 
  • make up 
  • pemilihan back ground 
  • monitor
3. Visual Efek
Beberapa trik mudah untuk dilakukan untuk membuat video kelihatan lebih menarik antara lain dengan : 
  • reserve motion 
  • fast motion ( normal lipsync ) 
  • slow motion (normal lipsync ) 
  • crhoma key ( blue screen )
Beberapa hal lain pada saat produksi yang juga perlu untuk diperhatikan yaitu : 
  • makan/ logistik
  • sewa peralatan
  • film
  • transportasi
  • akomodasi
  • telekomunikasi
  • dokumentasi
  • medis
Tata Setting
Set construction merupakan bangunan latar belakang untuk keperluan pengambilan gambar. Setting tidak selalu berbentuk bangunan dekorasi tetapi lebih menekankan bagaimana membuat suasana ruang mendukung dan mempertegas latar peristiwa sehingga mengantarkan alur cerita secara menarik.
Tata Suara
Untuk menghasilkan suara yang baik maka diperlukan jenis mikrofon yang tepat dan berkualitas. Jenis mirofon yang digunakan adalah yang mudah dibawa, peka terhadap sumber suara, dan mampu meredam noise (gangguan suara) di dalam dan di luar ruangan.
Tata Cahaya
Penataan cahaya dalam produksi film sangat menentukan bagus tidaknya kualitas teknik film tersebut. Seperti fotografi, film juga dapat di ibaratkan melukis dengan menggunakan cahaya. Jika tidak ada cahaya sedikitpun maka kamera tidak akan dapat merekam objek.
Penataan cahaya dengan menggunakan kamera video cukup memperhatikan perbandingan Hi light (bagian ruang yang paling terang) dan shade (bagian yang tergelap) agar tidak terlalu tinggi atau biasa disebut hight contrast. Sebagai contoh jika pengambilan gambar dengan latar belakang lebih terang dibandingkan dengan artist yang sedang melakukan acting, kita dapat gunakan reflektor untuk menambah cahaya.
Reflektor dapat dibuat sendiri dengan menggunakan styrofoam atau aluminium foil yang ditempelkan di karton tebal atau triplek, dan ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan.
Perlu diperhatikan karakteristik tata cahaya dalam kaitannya dengan kamera yang digunakan. Lebih baik sesuai ketentuan buku petunjuk kamera minimal lighting yang disarankan. Jika melebihi batasan atau dipaksakan maka gambar akan terihat seperti pecah dan tampak titik-titik yang menandakan cahaya under.
Perlu diperhatikan juga tentang standart warna pencahayaan film yang dibuat yang disebut white balance. Disebut white balance karena memang untuk mencari standar warna putih di dalam atau di luar ruangan, karena warna putih mengandung semua unsur warna cahaya.
Tata Kostum
Pakaian yang dikenakan pemain disesuaikan dengan isi cerita. Pengambilan gambar dapat dilakukan tidak sesuai nomor urut adegan, dapat meloncat dari scene satu ke yang lain. Hal ini dilakukan agar lebih mudah, yaitu dengan mengambil seluruh shot yang terjadi pada lokasi yang sama. Oleh karenanya sangat erlu mengidentifikasi kostum pemain. Jangan sampai adegan yang terjadi berurutan mengalami pergantian kostum. Untuk mengantisipasinya maka sebelum pengambilan gambar dimulai para pemain difoto dengan kamera digital terlebih dahulu atau dicatat kostum apa yang dipakai. Tatanan rambut, riasan, kostum dan asesoris yang dikenakan dapat dilihat pada hasil foto dan berguna untuk shot selanjutnya.
Tata Rias
Tata rias pada produksi film berpatokan pada skenario. Tidak hanya pada wajah tetapi juga pada seluruh anggota badan. Tidak membuat untuk lebih cantik atau tampan tetapi lebih ditekankan pada karakter tokoh. Jadi unsur manipulasi sangat berperan pada teknik tata rias, disesuaikan pula bagaimana efeknya pada saat pengambilan gambar dengan kamera. Membuat tampak tua, tampak sakit, tampak jahat/baik, dll.
TAHAP PASCA PRODUKSI
Proses Editing
Proses editing merupakan usaha merapikan dan membuat sebuah tayangan film menjadi lebih berguna dan enak ditonton. Dalam kegiatan ini seorang editor akan merekonstruksi potongan-potongan gambar yang diambil oleh juru kamera. Tugas editor antara lain sebagai berikut: 
  • Menganalisis skenario bersama sutradara dan juru kamera mengenai kontruksi dramatinya. 
  • Melakukan pemilihan shot yang terpakai (OK) dan yang tidak (NG) sesuai shooting report. 
  • Menyiapkan bahan gambar dan menyusun daftar gambar yang memerlukan efek suara. 
  • Berkonsultasi dengan sutradara atas hasil editingnya. 
  • Bertanggung jawab sepenuhnya atas keselamatan semua materi gambar dan suara yang diserahkan kepadanya untuk keperluan editing. 
Review Hasil Editing
Setelah film selesai diproduksi maka kegiatan selanjutnya adalah pemutaran film tersebut secara intern. Alat untuk pemutaran film dapat bermacam-macam, dapat menggunakan VCD/DVD player dengan monitor TV, ataupun dengan PC (CD-ROM) yang diproyeksikan dengan menggunakan LCD (Light Computer Display). Pemutaran intern ini berguna untuk review hasil editing.
Jika ternyata terdapat kekurangan atau penyimpangan dari skenario maka dapat segera diperbaiki. Bagaimanapun juga editor juga manusia biasa yang pasti tidak luput dari kelalaian. Maka kegiatan review ini sangat membantu tercapainya kesempurnaan hasil akhir suatu film.
Persentasi dan Evaluasi
Setelah pemutaran film secara intern dan hasilnya dirasa telah menarik dan sesuai dengan gambaran skenario, maka film dievaluasi bersama-sama dengan kalangan yang lebih luas. Kegiatan evaluasi ini dapat melibatkan : 
  • Ahli Sinematografi, Untuk mengupas film dari segi atau unsur dramatikalnya. 
  • Ahli Produksi Film, Untuk mengupas film dari segi teknik, baik pengambilan gambar, angle, teknik lighting, dll.
  • Ahli Editing Film (Editor), Untuk mengupas dari segi teknik editingnya. 
  • Penonton/penikmat film, Penonton biasanya dapat lebih kritis dari para ahli atau pekerja film.
Hal ini dikarenakan mereka mengupas dari sudut pandang seorang penikmat film yang mungkin masih awam dalam Cara Membuat Film.

Jumat, 06 Desember 2013

SANGKAR MANUK ???


https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/v/1462148_401389676660203_1385776097_n.jpg?oh=2d36c95903f967b053e66933cd571012&oe=52A77E82&__gda__=1386730774_b974a880dd599db0d6a4355d5f73fc17Ternyata SANGKAR MANUK adalah nama sebuah teater yang terbentuk dari sekolah yang berlandaskan ajaran Islam, yaitu Man Karawang. Teater Sangkar Manuk pada awalnya bernama Teater Qolbu, dan tidak pernah aktif dalam kegiatan apapun. Kemudian pada 23 Desember 2012 namanya diubah menjadi “Teater Sangkar Manuk” dan bergabung di KOSIM.

Teater sangkar manuk memiliki arti "burung yang ingin lepas dari sangkarnya" maksudnya adalah, siswa-siswi MAN Karawang dimaknai sebagai burung yang ingin mengembangkan bakat, mengenal dunia luar dan berkarya tanpa batas di dunia luar sekolah serta mengenalkan dan membawa nama baik sekolah. Motto teater sangkar manuk adalah "kibarkan sayap lepas dari sangkar dan terbang bebas"
 Post : Saeful Mu'minin 

Kamis, 05 Desember 2013

MUSIC IS MY LIFE and HAPPY ENJOY





Biografi USE RICE
https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc1/1453423_526941654065163_1670854815_n.jpg
USE  RICE BAND
USE RICE terbentuk dari potongan nama personil , dan kebetulan mendapatkan arti PAKAI NASI. ceritanya juga kita dapat dari pembimbing kita (om joe) beliau berasal dari kota Ambon , beliau pun sering sekali menyebutkan kata PAKAI NASI (dengan logat ambonnya) :D nah saking kecintaan kita terhadap beliau terbentuklah nama USE RICE yang berati PAKAI NASI (sambil logat ambon) hehehe :D
USE RICE terbentuk pada tanggal 29 Agustus 2012.

Tujuan Use Rice Band membawakan jenis MUSIC ini adalah untuk mengisi acara di Café,tempat hiburan serta tidak tertutup kemungkinan mengisi acara MUSIC di panggung-panggung INDOOR maupun OUTDOOR. Use Rice Band lebih mengutamakan live perfomance dan entertain sehingga audience akan merasa menikmati dan puas dengan penampilan band ini.

Dalam perwujudannya Use Rice Band akan menyuguhkan suatu pertunjukan yang menarik untuk dinikmati dan dikemas secara professional.

Minat Band
membantu dan meramaikan musik di tanah air .

MUSIC IS MY LIFE and HAPPY ENJOY :)
 

Pengertian Seni serta penjelasannya

Pengertian Seni serta Penjelasannya


https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRWR07nRhHxVdxkLuJu1uK9oxCGixDBa1hfXiuhnO6No47j4N4t
Mungkin setiap kita sudah mengenal namanya seni dan ini sudah diterapkan dalam kehidupan sehari - hari, hal ini sudah menjadi suatu kebutuhan manusia dan sudah ada terdapat pada diri manusia tersebut, mungkin tanpa disadari alam semesta ini  juga terciptakan dari unsur seni dan Tuhan juga memberikan sifat seni pada makhluk ciptaan-Nya  sehingga seni pun dapat dikaitkan dengan hal spiritual atau religi dalam suatu unsur kebudayaan , namun seni itu berupa ekspresi manusia yang berunsurkan keindahan yang di ungkapkan melalui suatu media yang bersifat nyata dan dapat dinikmati oleh kelima panca indera manusia.  Berikut ini adalah beberapa pengertian Seni yang saya dapatkan dari beberapa situs

Pengertian Seni

Seni berasal dari kata sani (Sanskerta) yang berarti pemujaan, persembahan dan pelayanan. Kata tersebut berkaitan erat dengan upacara keagamaan yang disebut kesenian. Menurut Padmapusphita, kata seni berasal dari bahasa Belanda “genie” dalam bahasa Latin disebut “genius”, artinya kemampuan luar biasa yang dibawa sejak lahir , menurut kajian ilmu di eropa mengatakan “ART” yang berarti artivisual yaitu adalah suatu media yang melakukan suatu kegiatan tertentu. Seiring dengan perkembangan waktu, banyak definisi seni diungkapkan oleh beberapa ahli. Berikut diuraikan beberapa definisi seni menurut para ahli nya .

Menurut  Aristoteles

“seni adalah peniruan terhadap alam tetapi sifatnya harus ideal.”

Menurut Plato dan Rousseau

“seni adalah hasil peniruan alam dengan segala seginya.”

Everyman Encyklopedia

Menurut Everyman Encyklopedia, seni adalah segala sesuatu yang dilakukan orang, bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan karena kehendak kemewahan, kenikmatan, ataupun kebutuhan spiritual.

Ensiklopedi Indonesia

Di dalam Ensiklopedia Indonesia dinyatakan bahwa seni merupakan ciptaan segala hal karena keindahannya orang senang melihat atau mendengarkannya.

Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara berpendapat, seni adalah perbuatan manusia yang timbul dari hidupnya, perasaan, dan bersifat indah sehingga dapat menggetarkan jiwa perasaan manusia.

Akhdiat Karta Miharja

Akhdiat Karta Miharja berpendapat, seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan kenyataan dalam suatu karya, bentuk, dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani.

Prof. Drs. Suwaji Bastomi

Hal senada diungkapkan oleh Prof. Drs. Suwaji Bastomi bahwa seni adalah aktivitas batin dengan pengalaman estetis yang dinyatakan dalam bentuk agung, mempunyai daya untuk membangkitkan rasa takjub dan haru.

Drs. Sudarmaji

Drs. Sudarmaji berpendapat, seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media garis, bidang, warna, tekstur, volume, dan gelap terang.

Nandawan L. Hasanah

Seni itu berupa ekspresi manusia yang berunsur kan keindahan yang diungkapkan melalui suatu media yang bersifat nyata dan dapat dinikmati oleh kelima panca indera manusia

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa seni merupakan hasil aktivitas batin yang direfleksikan dalam bentuk karya yang dapat membangkitkan perasaan orang lain. Dalam pengertian ini yang termasuk seni adalah kegiatan yang menghasilkan karya indah. Namun Definisi umum nya seni adalah segala macam keindahan yang diciptakan oleh manusia.

Seni menurut media yang digunakan terbagi 3 yaitu :
  •     Seni yang dapat dinikmati melalui media pendengaran atau (audio art), misalnya seni musik,seni suara,dan seni sastra,puisi dan pantun
  •     Seni yang dinikmati dengan media penglihatan (Visual art)) misalnya lukisan, poster,seni bangunan, seni gerak beladiri dan sebagainya.
  •     Seni yang dinikmati melalui media penglihatan dan pendengaran (audio visual art) misalnya pertunjukan musik, pagelaran wayang,film .
Pembagian seni pun banyak sekali cabang nya contoh nya saja seni rupa dan seni satra lalu pembagian nya lagi seni rupa yang berupa trimatra dan dwimatra lalu cabang cabang selanjut nya yang mungkin tidak ada habis nya saya jelaskan dalam artikel ini ,

Tujuan Pengunaan Seni

Manusia sudah dapat memahami seni sejak zaman purba dahulu , kengunaan seni dulu sebagai penyampaian komunikasi berupa gambar kegiatan manusia purba ketika itu yang di gambar melalui media dinding goa berupa torehan-torehan pada dinding dengan menggunakan warna yang menggambarkan kehidupan manusia purba , seni dingunakan juga sebagai pemujaan antara alam dan makhluk nya sehingga seni di kaitkan sebagai hal magis dalam suatu kultur namun beda hal nya dengan seni di zaman  modern yang sudah  berkembang pesat dari nilai fungsi nya .

Kita sebut kan saja seni modern atau seni kontemporer , namun apa beda nya dengan fungsi seni terdahulu ? seni di zaman ini bersifat individu demi untuk kepuasan diri  atau mengexpresikan sesuatu hal tertentu dan bersifat komersil beda hal nya dengan seni yang terdahulu karena seni di saat itu hanya untuk sesama sebagai alat komunikasi antara dengan yang lain nya , seni modern ini juga berpengaruhi juga dari pengunaan nya yang dahulu nya media pengunaan berupa kanvas atau kertas sekarang mengunakan media eletronik atau digital hal ini membuat  banyak nya lahir nya teknik baru dalam seni kotemporer , hal ini juga mengubah cari pikir seniman / artis yang dahulunya suatu karya sebagai expresi diri dan sekarang karya sudah sebagai  pendapatan diri sendiri.

mungkin sekian saja penjelasan  dari saya yang mengenai pengertian seni ini namun dari berbagai penjelasan di atas Seni dapat diartikan menurut persepsimu  sendiri tapi apabila ada tambahan yang berupa kritikan atau komentar  bisa teman tulis di kotak komentar dibawah ini  .nndwn
sumber

Kamis, 05 September 2013

Lets Dance, Title Shuffle

LETS DANCE  WE ARE TITLE SHUFLE



TITLE SHUFFLE adalah sebuah komunitas Shuffle Dance di Karawang, Jawa Barat. Awal terbentuknya TITLE SHUFFLE  pada tanggal pada 24 Februari 2012, Dari keinginan untuk melestarikan seni budaya tradisi khusunya dunia tari  dan didukung oleh kecintaan akan budaya sunda  maka terbentuklah komunitas tari ini. oleh karena itu kami  memiliki  slogan "Gak Sunda, Gak Gaul".


Kami tergabung dari kumpulan  siswa dari berbagai sekolah, ada yang SD sampai SMA, dari awal pembentukan hingga sekarang Alhamdulillah kawan-kawan dari komunitas ini sudah ada beberapa prestasi di berbagai even lokal  maupun luar kota. selain mengikuti event lomba  kami juga  aktif  di berbagai acara  seperti  acara peresmian, anniversary, dan lainnya.
kami biasa melakukan  latihan  di gd, KNPI Karawang, Pelataran PUSKESMAS dan  kadang juga  di rumah anggota  yang memiliki halaman cukup luas.
Disini kami tidak hanya mempelajari Shuffle Dance, akan tetapi mempelajari tarian lainnya seperti Tari Tradisional, Animal Pop Dance, Hip Hop Dance, Tutting, Dubstep, Dougie, DLL.

Title Shuffle CREW :
- Title Shuffle
- Looney Squad
- Tweet Of Style
- Wotagei Team TITLE48 Karawang
- Young Of Title
- Title Dance Crew
- Minions SWAG
- Jam Breaker Squad


Demikian sekilas tentang komunitas kami "TITLE SHUFFLE", semoga bisa jadi motivasi bagi kawan-kawan semua.


"disini kami tidak hanya berteman, tapi menjalin suatu keluarga"

Kamis, 04 Juli 2013

VOKAL & PERNAFASAN

PERNAFASAN
Seorang artis panggung, baik itu dramawan ataupun penyanyi pasti menggunakan suara dalam setiap pementasannya, maka untuk memperoleh suara yang baik ia memerlukan pernapasan yang baik pula. Oleh karena itu ia harus melatih pernapasan/alat-alat pernapasannya serta mempergunakannya secara tepat agar dapat diperoleh hasil yang maksimum, baik dalam latihan ataupun dalam pementasan.


Ada empat macam pernapasan yang biasa dipergunakan :



Ø Pernafasan dada



Pada pernafasan dada kita menyerap udara kemudian kita masukkan ke rongga dada sehingga dada kita membusung.

Di kalangan orang orang teater pernafasan dada biasanya tidak dipergunakan karena disamping daya tampung atau kapasitas dada untuk Udara sangat sedikit, juga dapat mengganggu gerak/acting kita, karena bahu menjadi kaku.


Ø Pernafasan perut



Dinamakan pernafasan perut jika udara yang kita hisap kita masukkan ke dalam perut sehingga perut kita menggelembung,

Pernafasan perut dipergunakan oleh sebagian dramawan, karena tidak banyak mengganggu gerak dan daya tampungnya lebih banyak dibandingkan dada.


Ø Pernafasan lengkap



Pada pernafasan lengkap kita mempergunakan dada dan perut untuk menyimpan udara, sehingga udara yang kita serap sangat banyak (maksimum).

Pernafasan lengkap dipergunakan oleh sebagian artis panggung yang biasanya tidak terlalu mengutamakan acting, tetapi mengutamakan vokal.


Ø Pernafasan diafragma



Pernafasan diafragma ialah jika pada waktu kita mengambil udara, maka diafragma kita mengembang. Hat ini dapat kita rasakan dengan mengembangnya perut, pinggang, bahkan bagian belakang tubuh di sebelah atas pinggul kita juga turut mengembang.

Menurut perkembangan akhir akhir ini, banyak orang orang teater yang mempergunakan pernapasan diafragma, karena tidak banyak mengganggu gerak dan daya tampungnya lebih banyak dibandingkan dengan pernapasan perut.


Latihan latihan pemapasan :



•Pertama kita menyerap udara sebanyak mungkin. Kemudian masukkan ke dalam dada, kemudian turunkan ke perut, sampai di situ napas kita tahan. Dalam keadaan demikian tubuh kita gerakkan turun sampai batas maksimurn bawah. Setelah sampai di bawah, lalu naik lagi ke posisi semula, barulah napas kita keluarkan kembali.

•Cara kedua adalah menarik napas dan mengeluarkannya kembali dengan cepat.
•Cara berikutnya adalah menarik napas dalam dalam, kemudian keluarkan lewat mulut dengan mendesis, menggumam, ataupun cara cara lain. Di sini kita sudah mulai menyinggung vocal.


Catatan : Bila sudah menentukan pernapasan apa yang akan kita pakai, maka janganlah beralih ke bentuk pernapasan yang lain.




VOCAL



Untuk menjadi seorang pemain drama yang baik, maka dia harus mernpunyai dasar vocal yang baik pula. “Baik” di sini diartikan sebagai :



•Dapat terdengar (dalam jangkauan penonton, sampai penonton, yang paling belakang).

•Jelas (artikulasi/pengucapan yang tepat),
•Tersampaikan misi (pesan) dari dialog yang diucapkan.
•Tidak monoton.
Untuk mempunyai vocal yang baik ini, maka perlu dilakukan latihan latihan vocal. Banyak cara, yang dilakukan untuk melatih vocal, antara lain :
•Tariklah nafas, lantas keluarkan lewat mulut sambil menghentakan suara “wah…” dengan energi suara. Lakukan ini berulang kali.
•Tariklah nafas, lantas keluarkan lewat mulut sambil menggumam “mmm…mmm…” (suara keluar lewat hidung).
•Sama dengan latihan kedua, hanya keluarkan dengan suara mendesis,”ssss…….”
•Hirup udara banyak banyak, kemudian keluarkan vokal “aaaaa…….” sampai batas nafas yang terakhir. Nada suara jangan berubah.
•Sama dengan latihan di atas, hanya nada (tinggi rendah suara) diubah-ubah naik turun (dalam satu tarikan nafas)
•Keluarkan vokal “a…..a……” secara terputus-putus.
•Keluarkan suara vokal “a i u e o”, “ai ao au ae ”, “oa oi oe ou”, “iao iau iae aie aio aiu oui oua uei uia ……” dan sebagainya.
•Berteriaklah sekuat kuatnya sampai ke tingkat histeris.
•Bersuara, berbicara, berteriak sambil berialan, jongkok, bergulung gulung, berlari, berputar putar dan berbagai variasi lainnnya.



Catatan :

Apabila suara kita menjadi serak karena latihan latihan tadi, janganlah takut. Hal ini biasa terjadi apabila kita baru pertama kali melakukan. Sebabnya adalah karena lendir lendir di tenggorokan terkikis, bila kita bersuara keras. Tetapi bila kita sudah terbiasa, tenggorokan kita sudah agak longgar dan selaput suara (larink) sudah menjadi elastis. Maka suara yang serak tersebut akam menghilang dengan sendirinya. Dan ingat, janganlah terlalu memaksa alat alat suara untuk bersuara keras, sebab apabila dipaksakan akan dapat merusak alat alat suara kita. Berlatihlah dalam batas-batas yang wajar.


Latihan ini biasanya dilakukan di alam terbuka. misalnya di gunung, di tepi sungai, di dekat air terjun dan sebagainya. Di sana kita mencoba mengalahkan suara suara di sekitar kita, disamping untuk menghayati karunia Tuhan.



Sumber : Dari berbagai literatur.