
Ketika kamu ingin belajar
fotografi, mungkin kamu akan memikirkan kamera seperti apa yang akan
digunakan. Apakah harus kamera DSLR untuk pemula atau kamera untuk
profesional.
Namun, saat kamu belajar fotografi sangat disarankan untuk
membeli kamera DSLR biasa karena perkembangan teknologi yang serba
cepat membuat spesifikasi kamera makin berkembang. Sebelumnya saya akan
memberitahukan apa itu DSLR. Digital Single Lens reflex atau kamera
digital refleksi tunggal merupakan kamera yang memakai sistem jajaran
lensa jalur tunggal untuk menuju focal panel dan viewfinder. Sistem ini
membuat kamu melihat objek sama persis dengan hasil fotomu.
Untuk
kamu yang memiliki kocek lebih mungkin akan memilih kamera canggih
karena kualitas yang lebih unggul. Namun, jika ditelisik lebih dalam,
kamera DSLR pemula dengan kamera canggih tak memiliki perbedaan yang
jauh. Seperti contoh, kualitas gambar dari kamera DSLR Canon 550D,
600D, 60D, sebenarnya tak jauh berbeda. Yang membedakannya hanya teknik
fotografi dan kualitas lensa yang kamu gunakan. Di bawah ini terdapat
tips untuk kamu yang ingin belajar fotografi dengan kamera DSLR.
1. Saat
membeli kamera, jangan pernah takut mengutak-atik kameramu. Dengan
membaca buku manual, kamu tak perlu khawatir jika kamera akan rusak.
Memang, saking penasarannya dengan barang baru kadang kamu malas
membaca manual book, padahal buku tersebut sangat bermanfaat untuk kamu
yang ingin lebih tahu seluk-beluk kameramu.
2. Menggunakan
kamera DSLR memungkinkan untuk kamu lebih berkreasi ketimbang memakai
kamera point and shoot. Selalu gunakan mode manual meskipun terdapat
mode auto yang lebih memudahkan kamu dalam menjepret. Tetapi, memakai
mode auto akan membuat kamu stuck alias tak berkembang.
3. Belajar fotografi
berarti kamu harus memahami 3 elemen dalam kamera DSR, yaitu Iso,
Aperture, dan Shutter Speed. Apa, sih itu? ISO menentukan kepekaan
cahaya pada kamera. Semakin besar ISO, maka akan semakin peka sensor
dalam menerima cahaya sehingga foto yang didapat akan semakin terang.
Aperture merupakan bukaan lensa yang mengatur besar atau kecilnya
diafragma sehingga mempengaruhi jumlah cahaya yang masuk. Semakin kecil
aperture makan akan semakin besar lubang diafragma. Sedangkan shutter
speed atau kecepatan rana adalah rentan waktu saat tombol shutter Anda
terbuka. Atau waktu yang tersedia antara saat kamu memencet tombol
hingga tombol kembali ke posisi semula.
4. Gunakan
lensa kit atau lensa bawaan saat kamu membeli kamera. Saat akan
belajar fotografi, jangan memikirkan lensa lain untuk kebutuhanmu
karena lensa bawaan biasanya sangat layak untuk memulai belajar. Jika
kebutuhanmu meningkat, barulah untuk berpikir membeli lensa tertentu.
5. Belajar
fotografis ecara otodidak memang tak ada yang salah. Namun, sangat
disarankan kamu memiliki mentor atau pendamping yang bisa membuat kamu
lebih andal dalam fotografi. Dengan adanya mentor ilmumu bisa bertambah
karena kamu bisa bertanya langsung kepada orang yang lebih ahli.
6. Dan
yang terakhir adalah selalu memotret apa pun yang menjadi objek
menarik menurutmu. Selalu bawa kamera agar kamu tak kehilangan moment
penting. Dengan banyak berlatih tentu kamu akan lebih memahami karakter
kamera DSLRmu.
sumber : idseducation.com dan para sesepuh