INFO KOSIM
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2016

"DURJANA" sisi lain kehidupan pesisir

Salam Kalbu

Karakteristik drama realis adalah sesuatu yang tidak diperindah/diperburuk dari keadaan sebenarnya; menyampaikan kepermukaan tanpa harus menutupi kebenaran yang terjadi disekitarnya; menolak seni untuk seni karena visualisasi digunakan untuk kepentingan masyarakat. Selain itu drama realis juga menggunakan bentuk well made play yang ciri-cirinya adalah eksposisi secara jelas menggambarkan situasi dan watak tokoh; pengolahan situasi sangat cermat menuju peristiwa berikutnya; suspens muncul tak terduga dan berbalik menurut logika; plot berlangsung kontinyu dan memuncak; dan resolusi terjadi secara logis dan meyakinkan.
Sesuai dengan salah satu karakteristik drama realis, Naskah Durjana yang diterjemahkan sekaligus diadaptasi kedalam seni dan budaya masyarakat pantai Karawang oleh Abah Sarjang dari naskah Malam Jahanam Karya Motinggo Busye tidak memperindah maupun memperburuk sesuatu dari keadaan sebenarnya. Drama ini menceritakan perselingkuhan sebagaimana adanya pada masa naskah ini di tulis yaitu pada tahun 1950 an. Naskah ini menyampaikan perselingkuhan ini kepermukaan tanpa menutupi kebenaran yang terjadi disekitarnya. Penulis dengan jujur mengungkapkan bagaimana tanggapan masyarakat saat itu dan reaksi orang-orang yang berhubungan dengan perselingkuhan ini. Drama ini merupakan penggambaran keadaan nyata yang dapat diambil contoh bagi masyarakat. Penyebab dan dampak dari perselingkuhan Ijah dan Leman, kematian Mat Kontan Kecil yang tragis dan keegoisan Mat Kontan dapat dipelajari oleh masyarakat dan dipetik hikmat dan amanatnya. Dengan demikian drama Durjana dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Ini akan menjadi sebuah daya tarik magnetik ketika naskah diterjemahkan dalam bahasa sunda Karawangan yang kental dengan logat dan bahasa wewengkon Karawang yang majemuk tidak seperti bahasa sunda priangan yang terkesan priyayi, karena bahasa sunda Karawang khususnya didaerah pantai atau hilir yang sudah terjadi akulturasi bahasa dari berbagai bahasa menjadi satu padu dalam keseharian seperti bahasa sunda, jawa, arab, china dan belanda menjadi kesatuan gaya bahasa Karawang atau logat Karawang yang garihal, kasar, keras serta lantang dalam intonasi penekanan dialog-dialogna mencerminkan keteguhan prinsip seperti batu karang, kebesaran hati seluas samudra, serta keberanian dalam menghalau ombak, angin bahkan badai saat mereka pergi melaut untuk menghidupi keluarganya. Masyarakat Karawang pada jaman dulu sangat ramah tamah dan terbuka bagi siapapun pendatang khususnya yang singgah ke bumi Karawang melalui jalur laut dan bermukim dan menetap disepanjang pantai Karawang sehingga terjadi perbauran antara penduduk pribumi dan pendatang menjadi sebuah kesatuan kebudayaan khas Karawang di masyarakat pada masa lalu dan sampai saat ini masih terasa khasanah bahasa, seni dan budaya yang ada dimasyarakat pantai khususnya dan umumnya masyarakat Karawang.
Kekuatan seni dan budaya serta religiutas Karawang yang masih kental dan mampu bertahan sampai saat ini walaupun perkembangan dan hantaman budaya barat seakan memporak-porandakan kebudayaan Karawang. Kenyataan ini yang kami angkat dan suguhkan kepada masyarakat Karawang khususnya bagi pelajar dan umumnya masyarakat luas dalam sebuah pertunjukan teater modern. Berangkat dasar pemikiran di atas kami dari Komunitas Seniman Muda Karawang KOSIM yang bekerjasama dengan Teater Pelangi Karawang akan menggelar Pentas Teater Akhir Tahun drama sunda " Durjana ".

PROFIL TEATER MENTARI

PROFIL TEATER MENTARI


Teater Mentari berdiri tanggal 13 Juli 2003 oleh Ketua OSIS pada periode tersebut, yaitu Ikmal Mualana.TeaterMentaripadasaatiniberusia  13 tahun. Teater Mentari didirikan bertujuan untuk mewarnai kreativitas siswa-siswi, menjadi wadah bakat-bakat dalam bidang seni sehingga menjadi sebuah prestasi yang dapat membanggakan. Banyak kegiatan positif yang rutin dilakukan Teater Mentari untuk menghibur siswa-siswi SMA Negeri  4 Karawang Khususnya, dan masyarakat umumnya.
Ada banyak hal yang dipelajari dalam Teater ini, seperti olah vokal, akting, musik, tari tradisional, puisi, bodypainting, tari modern, musikalisasi puisi, dan lain-lain. Dengan jadwal latihan yang rutin setiap hari selasa dan kamis.
Teater Mentari tidak hanya exis disekolah saja. Melainkan exis diluar sekolah seperti aktif di KOSIM dan tak jarang ikut pentas diberbagai acara. Salah satunya pentas diacara Peringatan AIDS se-Dunia yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Karawang yang bertempat dilapangan Karang Pawitan. Selain itu, kegiatan diluar sekolah adalah menjadi bintang tamu dalam acara Pelantikan Ketua DPC GMNI Kabupaten Karawang, selanjutnya ikut terlibat dalam “Pementasan Puing-puing” pada acara Festival Teater Se-Jawa Barat yang bertempat di Universitas Singaperbangsa Karawang, juga pentas dalam pementasan Kolosal di Karang Pawitan, serta menjadi bintang tamu dalam acara Pesta Rakyat Simpedes yang bertempat di gedung Panatayuda Karawang.
Teater Mentari tidak hanya aktif didunia seni saja, melainkan Teater Mentari pun pernah bekerjasama dengan Mahasiswa Karawang (GMNI) dan KOSIM untuk bersosialisasi dengan anak jalanan yang bertempat di Gedung Olahraga Wanita Karawang. Tak pernah lelah dan jengah, Teater Mentari ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk anak yatim dengan cara mengisi acara pada acara Buka Bersama, dan juga penggalangan dana untuk Palestina dalam “Pray For Gaza”.
Ketuaketua yang pernahmenjabat, diantaranya:
1.       Linda
2.       Maryani
3.       Euis
4.       Abdul Yusup
5.       Riska EkaLuthfiani
6.       Mawar Diah Pratiwi
7.       Indah
8.       Kartika
9.       Bachtiar rifai
10.   Roy Zefanya Imannuel
11.   Novi Devita

12.   Mamik Mulyani

EKSTRAKULIKULER SENI MENJADI KEBUTUHAN SEKOLAH

EKSTRAKULIKULER SENI
MENJADI KEBUTUHAN SEKOLAH

Pentingkah sebuah Ekstrakulikuler Seni di sekolah tingkat Menengah atas dalam menghadapi Festival & Lomba Seni Siswa Nasional ( FLS2N ) 2016 yang diadakan tiap satu tahun sekali dan FLS2N ini berjenjang ke tingkat Propinsi hingga tingkat Nasional. Ada beberapa catatan mengenai persiapan peserta FLS2N, ketika surat edaran sampai ke sekolah dengan waktu yang tidak begitu leluasa sampai menuju pelaksanaan event. Maka pihak sekolah meneruskan ke guru-guru bidang study untuk melakukan bimbingan dan memilih siswa/siswi yang akan mewakili sekolahnya di bidang seni yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat.
Permasalahan mulai bermunculan ketika guru-guru bidang study kurang pemahaman terhadap bidang seni yang diperlombakan dan juga waktu KBM yang padat, sehingga hanya sampai pada tahap pemilihan siswa/siswi untuk mengikuti lomba saja. Sementara untuk pembimbingan terabaikan karena beberapa faktor tadi diatas. Alhasil siswa/siswi kelingkungan bagaimana untuk mewujudkan menjadi peserta lomba seni tertentu karena keterbatasan guru pembimbing dalam pemahaman dan keterbatan waktu sehingga sampai di FLS2N banyak peserta yang gagal paham dengan yang dimaksud dengan lomba seni yang telah ditentukan. Kalau melihat dari minat sekolah untuk mengirimkan siswanya sangat bagus, namun yang memahami dan telah sampai pada lomba seni yang telah dimaksudkan oleh penyelenggara mungkin baru mencapai sekitar 50 % saja.
Keberhasilan dalam pengembangan seni dan budaya terwujud dan terlihat dari beberapa guru muda yang energik. Namun yang paling mendominasi keberhasilan sekolah dalam FLS2N telah berdirinya Ekstrakulikuler Seni. Karena dalam Ekskul Seni ini setiap minggunya mereka para siswa/siswi yang mempunyai minat dan bakat seni bisa mereka ekspresikan dan terus diasah dengan ruang belajar yang lebih santai pula tidak seperti KBM. Aktivitas siswa/siswi dalam Eskul Seni ini ternyata mampu menyeimbangkan otak kiri dan otak kanannya dan sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap kesenian dan kebudayaan dimana mereka tinggal dan dibesarkan sehingga akan membentuk karakter yang positif siswa/siswi mampu berfrestasi baik secara akademik maupun nonakademik.
Kemampuan dan prestasi nonakademik ini memerlukan pengembangan kecerdasan secara komprehensif dan bermakna yang meliputi aspek : Olah Hati ( Cerdas Spiritual ), Olah Fikir ( Cerdas Intelektual ), Olah Rasa ( Cerdas Emosional dan Sosial ), Olah Raga ( Cerdas Kinestetis ). Stimulus dan daya rangsang terhadap seni dan budaya ini selain dari KBM seni budaya dan Bahasa dan sastra, siswa/siswi ini mendapat energi positif yang mengalir dari Eskul seni yang mereka ikuti. Untuk ke depannya sekolah seyogyanya untuk mensuport dan memfasilitasi pendirian Ekskul Seni. Akhir tulisan ini selamat kepada para juara dan selamat berjuang di tingkat Propinsi semoga saja ada pembinaan dan pembimbingan lebih khusus kepada siswa/siswa yang akan mewakili Karawang di tingkat Propinsi.
Salam
Abdul Yusup
Ketua Umum Komunitas Seniman Muda Karawang

Senin, 11 April 2016

AKSI BOMBER KARAWANG, MENUAI PRO KONTRA

AKSI BOMBER KARAWANG MENUAI PRO KONTRA
Jika sahabat KOSIM sering  melewati  jalur  gonggo, maka  akan terlihat karya seni rupa  pada  dinding terowongan tersebut  berupa  grafity  dan  mural, gambar-gambar tersebut merupakan  hasil kreasi kawan kita dari komunitas Grafity atau Mural Karawang, kawan-kawan kita ini terdiri dari beberapa komunitas yaitu K-Town Writers, TNT, B1P, RBLR dan sebagai kordinatornya dari Komunitas TNT. Rupanya masih banyak lagi komunitas grafity atau mural di Karawang ini yang butuh perhatian khusus baik dari pemerintah maupun masyarakat.
Peran pemerintah dan masyarakat ataupun pihak swasta yang peduli dengan seni agar kota Karawang tidak tercorat-coret asal-asalan tapi dengan kreatifitas kawan-kawan ini kota Karawang akan terlihat indah seperti kota besar, bagaimana memanfaatkan space dinding-dinding komersil atau jembatan fasilitas umum dan lainnya menjadi space art atau seni rupa yang indah juga memuat pesan layanan masyarakat yang lebih mendidik ketimbang menjadi space iklan perusahaan atau  coretan  tangan  jahil  yang  malah menjadikan  dinding terkesan  tidak  terurus. Seperti space gonggo yang mulai kawan-kawan grafity atau mural ini berekspresi dengan kreatifitasnya yang indah dan mengandung pesan-pesan layanan masyarakat, namun aktifitas mereka ini terlihat sederhana dan kurang maksimal dari segi permainan warna, dikarenakan  keterbatasan bahan seperti  cat  dan  pilox, meski mengundang pro dan  kontra aksi  sekumpulan  anak muda ini tetap  berjalan. amir  selaku  ketua  TNT mengaku  kegiatannya  ini  merupakan  bentuk kecintaan mereka  terhadap  kota  karawang, amir  berharap  kedepan aktifitasnya  ini mendapat dukungan  dari  pemerintah, karena  jika  tidak  diarahkan  dikhawatirkan akan menjadi  aksi pandalisme yang  malah akan memperburuk  pandangan kota.



Senin, 22 Desember 2014

Untuk Kawan-kawanku di Fotosintesa

Oleh : Yadi Supriadi LoveAina
SALAM KALBU

Keinginan dan kerja keras kawan-kawan sangat saya apresiasi adalah sebuah wujud riil untuk membangun kesenian khususnya teater di Karawang. Mari kita sepakati bahwa proses yang baik tentunya akan menghasilkan karya seni yang baik pula. Lalu waktu bergerak dan mempertemukan disbudpar yang terdesak oleh realisasi even yang harus diselesaikan sampai akhir tahun ini, kemudian bertemu dengan kawan-kawan selalu menggebu untuk bergerak dan pertemuan ini menjadi sebuah peluang untuk digarap walaupun dengan keterdesakan waktu. Namun saya juga sangat yakin dengan kemampuan kawan-kawan semua untuk menggarapan kegiatan ini.

Terbentuklah Festival Teater Sunda Karawang 2014 kalau dilihat dari nama kegiatan sangat mengakomodir seni dan budaya Karawang yang berbahasa sunda tidak seperti sunda priangan, sunda Karawang berakulturasi dengan bahasa betawi, bahasa jawa pantura dan sunda banten sehingga banyak bahasa sunda wewengkong Karawang. Lalu Karawang menjadi kota berkembang sehingga banyak pendatang yang tinggal di Karawang dan hal ini menjadi kekhawatiran bersama dalam hal pelestarian aset seni dan budaya Karawang yang dikhawatirkan tergerus pembangunan. Ini yang menjadi dasar ide festival teater sunda Karawang 2014.

Penyelenggara meramu dan mengkonsep kegiatan yang kurang dari satu bulan dalam persiapan dan akhirnya tergagas Dramatisasi puisi yang pernah juga diselenggarakan di Karawang. Karena dramatisasi puisi dianggap mudah dan bisa cepat proses penciptaannya. Dramatisasi puisi yang mengangkat 5 naskah berbahasa Indonesia. Untuk menyambungkan judul acara dengan realisasi event dalam dramatisasi puisi ada proses pendramaan dan untuk menyambungkan unsur sunda dengan pilihan puisi dengan mengadegan musik, artistik dan kostum yang harus nyunda. Saya pikir ini kreatif dalam sebuah siasat medan dalam situasi terbatas dan mungkin sulit berkondinasi dengan kawan-kawan aktivis teater dan seniman Karawang.

Mari kita saksikan bersama peristiwa teater akan tercipta pada tanggal 21 Desember 2014 di Kampung Budaya Karawang yang akan diikuti oleh para kreator pelajar se Karawang, akan berdatangan para apresiator baik pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum akan hadir pula aktivis teater seniman Karawang bahkan luar Karawang mungkin juga hadir. Para dewan juri pakar teater tentenya, pemerintah daerah dan penyelenggara akan menyaksikan festival teater sunda Karawang 2014. Semua yang hadir dalam ritual teater ini akan menyaksikan dan memahami tentang teater yang sedang berlangsung hingga dewan juri memutuskan juara. Hasil ini akan menjadi pemahaman dan tolak ukur bagi kawan-kawan peserta dan masyarakat umum bahwa festival teater itu harus harus seperti ini. Lalu para juara ini akan membawa karya mereka ke kabupaten sebelah atau bahkan mengikuti festival teater di jawa barat atau bahkan ditingkat nasional.

Untuk itu kepada penyelenggara saya titip efek festival ini dan harus bertanggungjawab tidak hanya Kalau sekedar menjalankan proyek pemerintah setelah itu menikmati kopi berdiskusi kesenian bermalam minggu disebuah cafe kaum kapitalis. Berkesenian sejatinya menjaga nilai-nilai luhur berkebudayaan ( moral, etika dan spiritual ) dengan kreatifitas sebagai media solusi bagi pelajar yang terjebak penjara kurikulum pendidikan, teater sebagai solusi dalam penyeimbang otak yang melulu dijejali sains. Dengan teater pelajar mampu berkreatif mempelajari budaya Karawang dan sekaligus berefresing yang edukatif dan berfrestasi dalam membangun karakter bangsa.

SELALU DI HATI

Selasa, 24 Juni 2014

CATATAN SUDUT


FESTIVAL TEATER PELAJAR (FTP) 1 DPD KNPI KABUPATEN KARAWANG

Oleh : Abah Sarjang

Festival teater pelajar baru saja selesai dilaksanakan, riuh-rendah para pendukung, tangis kekecewaan, airmata kebahagiaan, teriakan dan yel-yel kini telah berpulang kembali pada sepi.

Selamat untuk para pemenang, semoga kemenangan ini menjadi bahan bakar yang memompa mesin semangat untuk terus berkarya lebih baik lagi. Sedangkan bagi mereka yang belum berhasil, saya juga mengucapkan selamat. Kegagalan kawan-kawan bukan karena hasil karya yang jelek tetapi pesaing anda bukan pesaing kelas teri. Kalah melawan hiu lebih terhormat daripada melawan teri.

Perkembangan teater saat ini memang cukup menggembirakan, walau tentu saja, masih ada kekurangan-kekurangan yang perlu dikaji sebagai evaluasi, baik oleh panitia penyelanggara maupun oleh peserta. Kalau dilihat dari segi kuantitas peserta sangat menurun peserta kali ini hanya diikuti oleh 10 kelompok belajar tetapi secara kualitas menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan mungkin karena turun gunungnya “sutradara-sutradara senior” yang biasanya cukup menjadi pengamat, kritikus dan komentator, kali ini terjun langsung menjadi peserta. Ini menggembirakan. Dengan turunnya sutradara-sutradara jago berkelas nasional, membuktikan bahwa senior teater di karawang memiliki kepedulian yang serius kepada juniornya. Mereka tidak melulu mengkritisi dan mengkomentari, mereka terjun langsung menjadi peserta, berjibaku dan memeras segala daya. Sehingga setiap penampilan para peserta memiliki karakter-karakter kuat dan terarah.

Sebuah penyelanggaraan tentu tidak luput dari pro dan kontra. Untuk yang pro tidaklah menjadi masalah, sedangkan yang kontra tentu cukup memusingkan pihak panitia. Kotradiksi tidak harus dipandang negatif, justru dengan adanya kontradiksi kita menemukan kelemahan-kelemahan sebagai bahan kajian bagi penyelenggaraan selanjutnya.

Juri dalam hal ini, adalah orang-orang yang ditunjuk untuk menentukan siapa yang jadi juara, siapa yang harus tersisih. Tentu tidak luput dari protes ketidakpuasaan. Namun ketika kesepakatan telah bulat dan surat keputusan telah di tandatangani maka itulah hasil akhirnya. Dengan catatan juri tidak ditumpangi oleh unsur kepentingan dan unsur keberpihakkan siapapun. Tentunya ada beberapa aspek pertimbangan yang melatarbelakangi keputusan juri, selain pementasan secara keseluruhan bakat dan kesungguhan pemain juga merupakan satu bahan pertimbangan alainya yang mendukung penilaian.


Yang patut disayangkan untuk festival kali ini adalah pemilihan naskah yang kurang tepat, saya sependapat dengan Semi Ikra Anggara salah satu juri festival. Semestinya naskah yang dipilih, kalau mau realis seharusnya naskah-naskah yang ada hubungannya dengan karawang, isu-isu yang dekat dengan masyarakat atau permasalahan-permasalahan lainya yang ada di karawang. Tetapi kita juga memaklumi bahwa penulis naskah teater di karawang hanya sedikit. Panitia sangat kekurangan referensi naskah, ini catatan buat kita. Alangkah baiknya sebelum festival diadakan, kita mengadakan dulu lomba menulis naskah dengan demikian kita memiliki tabungan naskah. Selain itu dengan adanya lomba menulis naskah kita memancing para penulis muda di karawang untuk memperlihatkan karyanya. Siapa tau dengan adanya pancingan lomba, akan bermunculan bibit-bibit berbakat yang selama ini terpendam.

Senin, 05 Mei 2014

KENAL SUKA & PELAJARI JADILAH KARYA

Salam Kalbu,
Kenal suka dan pelajari jadilah karya begitu ungkapan Ucup Pupuhu Teater Pelangi Karawang, rupanya keinginan dan keseriusannya dalam menggali budaya tradisi lokal Karawang tidak hanya terbatas dalam menggarap naskah-naskah yang  sebelumnya aktif di dunia  musik  band yang kini  aktif di dunia teater adalah keturunan ketiga dari H. Suwanda yang berperan sebagai aktor dalam naskah hak peto itu. Hal ini yang mendorong dan memotivasi Ucup untuk mengunjungi sang maestro kendang H Suwanda. Dalam hatinya yakin ketika dia mampu menguasai alat musik perkusi jimbe dari negeri samba, asa piraku (masa sech) alat musik perkusi kendang yang maestronya ada di Karawang tidak bisa dipelajarinya mungpung masih ada bisi pareumeun obor (kehilangan jejak). Dalam pertemuan singkat dengan H. Suwanda ada beberapa wejangan Bah Haji yaitu : " seni itu indah, jadi semua sah sah saja dilakukan dalam seni, namun sikap keras seniman tradisi dalam pakem sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap seniman muda agar tidak keluar/melenceng dari papagon (nilai-nilai luhur berkebudayaan) yang sudah di buat seniman terdahulu, karena bukan hanya keterampilan dalam bermain seni musik namun seniman tradisi juga mewariskan wejangannya dalam bentuk filosofi bermain musik " jelas bah haji. Beliau sangat mendukung terhadap kreatifitas generasi muda saat ini hanya saja esensi dalam berkesenian juga harus seimbang dan terapkan dalam aktifitas berkesenian dan kesehariannya. Bah haji juga menyayangkan peran memerintah daerah yang sedikit kurang memperhatikan aset seni dan budaya di Karawang yang mendunia ini. Bahkan peran pemerintah terhadap generasi muda dalam memperkenalkan seni dan budaya Karawang sangat minim. Sehingga putus generasi dan anak muda sekarang tidak tahu dengan seni dan budayanya sendiri. Ketika dikunjungi anak muda seperti ini Bah Haji merasa reueus bari ngalimba (bahagia dan sedih) karena anak muda yang bau kencur ini punya kepedulian dengan segudang kreatifitasnya untuk memperkenalkan dan mempelajari kesenian dan budaya tradisi yang saat ini sudah ditinggalkan generasi muda yang di kemas dalam panggung pertunjukan teaternya bersama Teater Pelangi Karawang.
drama sunda yang di adabtasi dengan dialek Karawangan saja, melainkan terus mengasah kemampuannya baik dalam filosofis sunda Karawangan dia juga giat mendalami alat musik sunda yang di awali  sejak mengenal alat musik karinding, lalu alat musik melodis rebab pun dipelajarinya melalui pertemuannya dengan Elang Kumara aktivis seni tradisi yang berjiwa modern, kepandaian Elang Kumara meniup seruling dan memainkan kacapi, mampu mengajari Ucup dalam memainkan rebab dan sekaligus melahirkan beberapa karya musik seperti musikalisasi puisi sunda, musik kontemporer dan drama sunda Patung Jeung Hayam bersama Teater Pelangi Karawang walaupun terkadang aktivitas seni tradisi yang ditampilkan keluar dari pakem tradisi yang di pegang para kokolot seniman tradisi di Karawang, namun demi memperkenalkan seni tradisi di generasi saat ini khususnya para pelajar di Kabupaten Karawang menjadi dasar gerak perjuangannya Ucup dan teaternya. Seiring waktu bergulir terus berproses menggali seni tradisi sehingga pada waktunya di pertemukan dengan Komunitas Bambu Indah dan mereka pun berproses seni pertunjukan teater menggarap naskah drama sunda yang dikolaborasikan dengan musik topeng dan menghantarkan Bambu Indah ke panggung teater Sunda Kiwari di Rumentang Siang Bandung. Di Komunitas Bambu Indah ini kemudian bertemu dengan Tarso alias Kevin
Salam.
Karawang 03 Mei 2014Komunitas Seniman Muda Karawang
penulis : Yadi Pitung
narasumber: Hasil diskusi Ucup (TPK), Kevin (Bambu Indah), Elang Kumara (Riung Sadulur) bersama H.Suwanda (maestro Kendang)

Senin, 09 Desember 2013

Cara Membuat Film Dokumenter Sederhana

Cara Membuat Film Dokumenter Sederhana

Cara Membuat Film Dokumenter Sederhana. Film Dokumenter yang biasanya di buat untuk kenangan sekolah yang nantinya bisa menjadi momen yang tak terlupakan dengan kejadian-kejadian unik pada saat sekolah. Cara membuat film dokumenter yang sederhana harus berdasarakan fakta yang ada. Film dokumenter merupakan sebuah film yang mengandung fakta, kenyataan dan subjektivitas pembuatnya. Dengan kata lain apa yang kita rekam memang berdasarkan fakta dan kenyataan yang ada, akan tetapi dalam penyajiannya kita juga harus memasukkan pemikiran-pemikiran kita.
Dalam pembuatan film dokumenter ada langkah-langkah dan kiat bagaimana film dokumenter yang kita produksi akan disenangi oleh penonton dan tentunya tidak memakan biaya yang besar saat memproduksinya.. Langkah yang harus kita tempuh dalam membuat film dokumenter sebagai berikut:
1. menentukan ide. 
Ide dalam membuat film dokumenter tidaklah harus pergi jauh-jauh dan memusingkan karena ide ini bisa timbul dimana saja seperti di sekeliling kita, di pinggir jalan, dan kadang ide yang kita anggap biasa ini yang menjadi sebuah ide yang menarik dan bagus diproduksi. Jadi mulailah kita untuk bepfikir supaya peka terhadap kejadian yang terjadi. 
2. menuliskan film statement. 
Film statement yaitu penulisan ide yang sudah ke kertas, sebagai panduan kita dilapangan saat pengambilan Angel. Jadi pada langkah kedua ini kita harus menyelesaikan skenario film dan memperbanyak referensi sehingga film yang kita buat telah kita kuasai seluk-beluknya. 
3. membuat treatment atau outline. 
Outline disebut juga script dalam bahasa teknisnya. Script adalah cerita rekaan tentang film yang kita buat. script juga suatu gambar kerja keseluruhan kita dalam memproduksi film, jadi kerja kita akan lebih terarah.
Ada beberapa fungsi script : 
  • script adalah alat struktural dan organizing yang dapat dijadikan referensi dan guide bagi semua orang yang terlibat. Jadi, dengan script kamu dapat mengkomunikasikan ide film ke seluruh crew produksi. Oleh karena itu script harus jelas dan imajinatif.
  • script penting untuk kerja kameramen karena dengan membaca script kameramen akan menangkap mood peristiwa ataupun masalah teknis yang berhubungan dengan kerjanya kameramen. 
  • script juga menjadi dasar kerja bagian produksi, karena dengan membaca script dapat diketahui kebutuhan dan yang kita butuhkan untuk memproduksi film. 
  • script juga menjadi guide bagi editor karena dengan script kita bisa memperlihatkan struktur flim kita yang kita buat. Kelima, dengan script kita akan tahu siapa saja yang akan kita wawancarai dan kita butuhkan sebagai narasumber. 
4. mencatat shooting. 
Dalam langkah keempat ini ada dua yang harus kita catat yaitu shooting list dan shooting schedule. Shooting list yaitu catatan yang berisi perkiraan apa saja gambar yang dibutuhkan untuk flim yang kita buat. jadi saat merekam kita tidak akan membuang pita kaset dengan gambar yang tidak bermanfaat untuk film kita. Sedangkan shooting schedule adalah mencatat atau merencanakan terlebih dahulu jadwal shooting yang akan kita lakukan dalam pembuatan film. 
5. editing script. 
Langkah kelima ini sangat penting dalam pembuatan film. Biasa orang menyebutnya dengan pasca produksi dan ada juga yang bilang film ini terjadinya di meja editor. Dalam melakukan pengeditan kita harus menyiapkan tiga hal adalah menbuat transkip wawancara, membuat logging gambar, dan membuat editing script. Dalam membuat transkipsi wawancara kita harus menuliskan secara mendetail dan terperinci data wawancara kita dengan subjek dengan jelas. 
Membuat logging gambar ini maksudnya, membuat daftar gambar dari kaset hasil shooting dengan detail, mencatat team code-nya serta di kaset berapa gambar itu ada. Terakhir ini merupakan tugas filmmaker yang membutuhkan kesabaran karena membuat editing scrip ini kita harus mempreview kembali hasil rekaman kita tadi ditelevisi supaya dapat melihat hasil gambar yang kita ambil tadi dengan jelas. Dengan begitu kita akan mebuat sebuah gabungan dari Outline atau cerita rekaan menjadi sebuah kenyataan yang dapat menjadi petunjuk bagi editor. Semoga tahapan Cara Membuat Film Dokumenter Sederhana bisa membantu produksi film anda.